Mari bersama-sama berpartisipasi dalam mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, berpendidikan dan bernuansa islami

Rabu, 07 Juli 2010

Perintah Kewajiban Bekerja

Dalil–dalil tentang kewajiban bekerja dan berusaha

Perintah bekerja telah Allah wajibkan semenjak nabi yang pertama, Adam Alaihi Salam sampai nabi yang terakhir, Muhammmad SAW . Perintah ini tetap berlaku kepada semua orang tanpa membeda-bedakan pangkat, status dan jabatan seseorang. Berikut ini akan di nukilkan beberapa dalil dari Al-Qur"an dan Sunnah tentang kewajiban bekerja.


Dalil dari Al-Qur"an

¨ "Kami telah membuat waktu siang untuk mengusahakan kehidupan (bekerja)." (QS. Naba" : 11)

¨ "Kami telah menjadikan untukmu semua didalam bumi itu sebagai lapangan mengusahakan kehidupan (bekerja) ; Tetapi sedikit sekali diantaramu yang bersyukur." (QS. A"raf : 10)

¨ " Apabila telah ditunaikan sholat, maka bertebaranlah kamu di muka bumi dan carilah karunia Allah dan ingatlah Allah sebanyak-banyaknya supaya kamu beruntung." (QS. Al-Jum"ah : 10)

¨ " Dialah yang menjadikan bumi ini mudah bagimu, maka berjalanlah di segala penjurunya dan makanlah sebagian dari rizki-Nya. Dan hanya kepada-Nyalah kamu (kembali setelah) dibangkitkan." (QS. Al-Mulk : 15)

¨ " … dan orang-orang yang berjalan di muka bumi mencari sebagian karunia Allah (bekerja); dan orang-orang yang lain lagi berperang di jalan Allah…." (QS. Al-Muzzammil : 20)

Islam akan membukakan pintu kerja bagi setiap muslim agar ia dapat memilih pekerjaan yang sesuai dengan minatnya dan kemampuannnya. Namun demikian masih banyak orang yang ennggan untuk bekerja dan berusaha dengan alasan bertawakal kepada Allah SWT serta menunggu-nunggu rizki dari langit. Mereka telah salah memahami ajaran Islam. Pasrah pada Allah tidak berarti meninggalkan amal berupa bekerja. Seperti yang pernah Rasulullah katakan : Semaikanlah benih, kemudian mohonkanlah buah dari Rabbmu."

Allah memang telah berjanji akan memberikan rizki kepada semua makhluq-Nya. Akan tetapi janji ini tidak dengan "cek kosong", seseorang akan mendapatkan rizki kalau ia mau berusaha, berjalan dan bertebaran di penjuru-penjuru bumi. Karena Allah menciptakan bumi dan seisinya untuk kemakmuran manusia. Siapa yang mau berusaha dan bekerja ialah yang akan mendapat rizki dan rahmat dari Allah.

Dalil dari Al-Hadits

Rasulullah bersabda, :

¨ " Pekerjaan terbaik adalah usahanya seseorang dengan tangannya sendiri dan semua jual-beli itu baik." (HR. Ahmad, Baihaqi dll)

¨ " sebaik-baik pekerjaan ialah usahanya seseorang pekerja apabila ia berbuat sebaik-baiknya (propesional)." (HR. Ahmad)

¨ " Sesungguhnya apabila seseorang diantara kamu semua itu mengambil tambangnya kemudian mencari kayu bakar dan diletakkan diatas punggungnya, hal itu adalah lebih baik dari pada ia mendatangi seseorang yang telah dikarunai oleh Allah dari keutamaan-Nya, kemudian meminta-minta dari kawannya, adakalanya diberi dan ada kalanya ditolak." (HR. Bukhari dan Muslim).

¨ "…kalau ada seeorang keluar dari rumahnya untuk bekerja guna membiaya anaknya yang masih kecil, maka ia telah berusaha Fisabilillah. Jikalau ia bekerja untuk dirirnya sendiri agar tidak sampai meminta-minta pada orang lain, itupun Fisabilillah. Tetapi apabila ia bekerja untuk pamer atau untuk bermegah-megahan, maka itulah Fisabili Syaithan atau karena mengikutu jalan Syaithan." (HR. Thabrani)

¨ " sesungguhnya Allah itu telah menjadikan rizkiku terletak dibawah tombakku." (HR. Ahmad)

¨ " Burung berangkat pagi hari dengan perut kosong dan kembali sore hari dengan perut penuh makanan." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

¨ "Keadaan yang paling aku senangi setelah berjihad di jalan Allah adalah maut datang menjemputku ketika aku sedang mencari karunia Allah (bekerja)." (HR. Sa"id bin Manshur dalam sunannya)

¨ "Tidak seorang Rasul pun diutus Allah kecuali ia bekerja sebagai penggembala domba. Para sahabat bertanya, "bagaimana dengan dirimu, wahai Rasulullah ? Beliau menjawab, " Ya, saya dulu menggembala domba di lapangan untuk penduduk Makkah." (HR. Bukhari).

Dengan teramat jelas dan gamblang betapa Allah dan Rasul-Nya memerintahkan seseorang untuk bekerja. Bekerja adalah sebuah ibadah yang disejajarkan dengan amalan fisabilillah, bekerja bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga tapi ia sebagai manesfesto penghambaan dan ketaatan seseorang kepada Allah dan Rasul-Nya.

Rasulullah sebagai seorang tauladan selalau memberikan motivasi kepada semua sahabatnya untuk selalu giat dan tekun dalam bekerja, simak saja penuturan beliau berikut ini :

" Pedagang yang lurus dan jujur kelak akan tinggal bersama para nabi, siddiqin, dan syuhada"," (HR. Tirmidzi dan Al Hakim). Nasihat ini beliau peruntukkan untuk sahabatnya yang mempunyai pekerjaan sebgai pedagang (wirausahawan). Sedangkan untuk mereka yang bekerja sebagai petani dan tukang kebun, beliau bersabda :

" Setiap muslim yang menanam satu tanaman atau menyemai satu semaian lalu (buahnya) dimakan oleh manusia atau binatang, maka ia itu dianggap telah bersedekah." (HR. Bukhari)


diambil dari http://almanaar.wordpress.com/2007/11/29/kewajiban-bekerja/

Meminta - Minta, Jalan Menuju Kemiskinan dan Kefakiran

Fatwa dan Nasehat Agama | Masalah Rezeki

Ditulis oleh superadmin on Jumat, 13 Februari 2009 00:50 | Dibaca : 2951 kali
Dari Hakim bin Hizam Radhiyallahu "anhu bahwasanya Nabi Shallallahu "alaihi wa sallam bersabda:

"Tangan yang bagian atas - yang memberi - adalah lebih mulia daripada tangan yang bagian bawah -yang diberi.

Dan dahulukanlah dalam pemberian itu kepada orang-orang yang menjadi tanggunganmu - yakni yang wajib dinafkahi. Sebaik-baik sedekah ialah yang diberikan di luar kebutuhan - yakni keadaan diri sendiri dan keluarga sudah dicukupi.

Barangsiapa yang enggan meminta, maka Allah akan memberikan kecukupan padanya dan barangsiapa tidak membutuhkan pemberian manusia, maka Allah akan memberikan kekayaan padanya."

(Muttafaq "alaih)

Ini adalah lafaznya Imam Bukhari, sedang lafaznya Imam Muslim adalah lebih ringkas lagi.

Nabi Shallallahu "alaihi wa sallam bersabda:

"Tiga hal yang aku bersumpah atas ketiganya;

1. Tidak berkurang harta karena shodaqoh,

2. Tidak teraniaya seorang hamba dengan aniaya yang ia shabar atasnya, melainkan Alalah Azza Wajalla menambahkan kemuliaan, dan

3. Tidak membuka seorang hamba pintu meminta-minta, melainkan Allah membuka atasnya pintu kefakiran"

(HR Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah)

Hadits Ibnu Umar dari Rasulullah, beliau bersabda.

"Artinya : Senantiasa seseorang meminta-minta hingga ia datang pada hari kiamat tanpa membawa sekerat dagingpun di wajahnya"

[Muttafaqun "Alaihi]

Hadits Abu Said dari Rasulullah, beliau bersabda. "Artinya : Barangsiapa yang menjaga kehormatan dirinya, niscaya Allah akan menjaga kehormatannya, barangsiapa yang merasa cukup, niscaya Allah akan men-cukupinya, barangsiapa berlatih kesabaran, niscaya Allah akan mencurahkan kesabaran baginya, dan tiada seorangpun mendapat karunia yang lebih baik dan lebih luas daripada kesabaran" [Muttafaqun "Alaihi]

Hadits Az-Zubeir bin Awwam dari Rasulullah beliau bersabda. "Artinya : Sekiranya salah seorang dari kamu membawa tali lalu pergi ke bukit untuk mencari kayu, kemudian ia pikul ke pasar untuk menjualnya demi mejaga kehormatannya, niscaya yang demikian itu lebih baik dari pada meminta-minta kepada orang lain, baik diberi maupun di tolak" [Hadits Riwayat Musim]

Hadits Abu Hurairah dari Rasulullah beliau bersabda. "Artinya : Barangsiapa yang meminta-minta untuk memperbanyak hartanya, tiada lain ia hanyalah memperbanyak bara api kemudian terserah kepadanya akan memperbanyak bara api tersebut atau menguranginya" [Hadits Riwayat Muslim]

Hadits Habsyi bin Junadah dari Rasulullah beliau bersabda. "Artinya : Barangsiapa yang meminta-minta bukan karena kefakirannya, maka seakan-akan ia telah memakan bara api" [Hadits Riwayat Ahmad]

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar